![]() |
| Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025, yang berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Sekadau, Kamis, 27 November 2025. |
Batubertulisnews.com, Sekadau- Bupati Sekadau Aron pimpin Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025, yang berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Sekadau, Kamis, 27 November 2025.
Upacara ini menindaklanjuti Surat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor : 26521/MDM/TU.02.03/2025 Tanggal 19 November 2025 Perihal Pedoman Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025, dengan peserta upacara adalah para guru TK/PAUD, SD dan SMP negeri di Kabupaten Sekadau.
Pada kegiatan itu, Bupati Aron membaca amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed.
Dikatakan Aron, momentum ini bukan sekadar seremonial, tetapi penegasan kembali atas tugas mulia yang diemban oleh Guru: tugas mencerdaskan, membentuk karakter, dan menjaga masa depan Indonesia.
I. Guru Hebat, Indonesia Kuat: Fondasi Filosofi
Tema peringatan Hari Guru Nasional tahun ini adalah "Guru Hebat, Indonesia Kuat." Tema ini adalah sebuah pernyataan kausalitas yang tegas. Kami di Kemendikdasmen percaya bahwa tidak ada "Indonesia Kuat" tanpa "Guru Hebat."
Guru hebat adalah guru yang:
1. Mengajar dengan hati, tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila.
2. Guru yang adaptif, mampu merangkul teknologi, namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal.
3. Guru yang tergerak, terus berinovasi dan menjadikan kelas sebagai ruang yang penuh inspirasi dan minim diskriminasi.
II. Kebijakan Transformasi Guru: Sentralisasi Tata Kelola
Telah lama kita mendengar keluhan mengenai rumitnya tata kelola guru. Ketimpangan distribusi, ketidakjelasan status, hingga isu keterlambatan tunjangan profesi, seringkali menjadi beban yang mengganggu fokus utama Anda: mengajar.
Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan "Guru Hebat" secara merata di seluruh Indonesia, Pemerintah Pusat, melalui Kemendikdasmen, bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan Kementerian/Lembaga terkait, sedang memfinalisasi langkah strategis dan monumental: Sentralisasi Tata Kelola Gurudan Tenaga Kependidikan.
Kesejahteraan Merata: Dengan pengelolaan ASN Guru yang ditarik ke Pusat, diharapkan tidak ada lagi disparitas atau keterlambatan dalam pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tambahan Penghasilan (Tamsil), sehingga kesejahteraan menjadi lebih terjamin, seragam, dan tepat waktu.
Redistribusi yang Adil: Sentralisasi memungkinkan Kemendikdasmen melakukan pemetaan kebutuhan dan penempatan guru secara lebih optimal, memastikan setiap sekolah, termasuk yang berada di daerah 3T, mendapatkan guru yang kompeten sesuai standar nasional.
Status Guru Honorer: Kebijakan ini juga menjadi solusi struktural jangka panjang untuk menyelesaikan masalah status dan formasi Guru Honorer yang selama ini tergantung pada anggaran dan kebijakan Pemerintah Daerah. Kita ingin seluruh guru memiliki kepastian dan masa depan yang lebih jelas.
Kebijakan ini adalah bentuk komitmen nyata Pemerintah untuk melindungi dan memuliakan profesi Guru. Kami ingin Guru fokus pada tugas mendidik, tanpa perlu khawatir akan urusan administrasi yang berlarut-larut.
III. Program Prioritas Kemendikdasmen 2025
Sentralisasi tata kelola guru ini beriringan dengan program-program prioritas Kemendikdasmen di tahun 2025 yang harus kita dukung bersama, antara lain:
1. Wajib Belajar 13 Tahun: Upaya perluasan akses pendidikan hingga jenjang menengah (SMA/SMK) untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang terputus dari pendidikan.
2. Peningkatan Mutu Vokasi (SMK): Melalui penguatan program Pusat Keunggulan, link and match dengan industri 4.0, dan penyediaan sertifikasi kompetensi global bagi siswa dan guru SMK.
3. Penguatan Literasi dan Karakter: Distribusi 1,5 Juta Buku Bacaan Bermutu ke sekolah-sekolah berliterasi rendah, penguatan pendidikan karakter, dan revitalisasi bahasa daerah sebagai bagian dari pelestarian budaya.
4. Inovasi Pembelajaran Digital: Pemanfaatan teknologi terkini, seperti Smartboard dan platform digital, sebagai alat bantu untuk menjadikan pembelajaran lebih interaktif, relevan, dan efisien. Teknologi harus menjadi asisten terbaik bagi Guru Hebat.
Sementara itu, Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Sekadau, Frans Dawal mengatakan sesuai tema nasional, guru hebat Indonesia kuat. Ia menghimbau para guru agar bisa mengabdi, mengajar dengan hati sesuai panggilan.
"Tidak ada manusia bodoh, yang ada tidak dibiasakan. Begitu juga dengan murid-murid, tidak ada murid yang bodoh, tapi murid yang tidak dibiasakan. Karena setiap manusia, punya talenta yang berbeda-beda. Selamat hari PGRI, selamat hari guru nasional, " tandasnya.
Penulis: Tim
