![]() |
| Adrianus Asia Sidot saat menyambangi SMKS Cahaya Harapan Tayan, Sanggau, Rabu (17/12/2025). |
Batubertulisnews.com, Sanggau— Masa reses anggota legislatif kembali dimanfaatkan Adrianus Asia Sidot untuk turun langsung ke lapangan. Kali ini, Ia menyambangi SMKS Cahaya Harapan Tayan, Rabu (17/12/2025), guna menyerap aspirasi dunia pendidikan vokasi, khususnya jurusan Pertanian yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung agenda besar pemerintah di sektor pangan dan gizi nasional.
Kunjungan tersebut tidak sekadar seremonial. Adrianus berdialog intensif dengan para siswa, guru, dan manajemen sekolah, sekaligus meninjau langsung aktivitas pembelajaran dan praktik pertanian yang dijalankan para siswa. Ia ingin memastikan bahwa pendidikan kejuruan pertanian di daerah benar-benar siap mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan ke depan.
“Kalau kita bicara swasembada pangan, maka kita tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan di atas kertas. Kuncinya ada pada kesiapan generasi muda di lapangan. Sekolah kejuruan pertanian seperti SMKS Cahaya Harapan ini adalah fondasi penting,” tegas Adrianus di hadapan siswa.
Menurutnya, pendidikan vokasi pertanian harus menjadi garda terdepan dalam transformasi sektor pertanian dari pola tradisional menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan. Ia menilai, para siswa SMK pertanian tidak hanya disiapkan sebagai tenaga kerja, tetapi juga calon petani muda, wirausaha pertanian, hingga inovator pangan di daerah.
Adrianus juga menyoroti masih adanya tantangan yang dihadapi sekolah kejuruan pertanian, mulai dari keterbatasan alat praktik, akses teknologi, hingga kesinambungan lulusan dengan dunia usaha dan industri. Hal-hal tersebut, menurutnya, perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah melalui kebijakan yang berpihak pada pendidikan vokasi.
“Tanpa dukungan sarana praktik yang memadai dan link and match dengan industri pertanian, lulusan SMK akan sulit berkembang. Ini menjadi catatan penting yang akan saya bawa dalam pembahasan kebijakan di legislatif,” ujarnya.
Lebih jauh, kunjungan reses ini juga dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu prioritas nasional. Adrianus menilai, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada ketersediaan bahan pangan berkualitas yang berkelanjutan, yang idealnya bersumber dari produksi pertanian lokal.
“Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar dan konsisten. Di sinilah peluang besar bagi sektor pertanian daerah dan lulusan SMK pertanian. Kalau kita kelola dengan baik, program ini bukan hanya soal gizi, tapi juga soal ekonomi rakyat,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan sektor pertanian lokal akan menciptakan efek berantai: meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja baru, serta menumbuhkan kemandirian pangan di daerah.
Pihak SMKS Cahaya Harapan menyambut positif kunjungan tersebut. Mereka berharap aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan konkret, baik dalam bentuk bantuan peralatan praktik, peningkatan kapasitas guru, maupun kemitraan dengan dunia usaha dan industri pertanian.
Melalui kegiatan reses ini, Adrianus Asia Sidot kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan antara dunia pendidikan vokasi dan kebijakan legislatif, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah Tayan dan Kabupaten Sanggau secara umum.
