![]() |
| Foto bersama perwakilan Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus di Hotel My Home Sintang, Kamis, 6 Agustus 2026. . |
Batubertulisnews.com, Sintang- Wahana Visi Indonesia (WVI) secara resmi menutup rangkaian program kerjanya di Kabupaten Sintang, Kalbar. Kegiatan ini berlangsung di Hotel My Home Sintang, Kamis, 6 Agustus 2026.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus menyampaikan selama menjalankan program di Kabupaten Sintang, WVI telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak, melalui berbagai program di bidang kesehatan, gizi, sanitasi, penyediaan air bersih, perlindungan anak, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.
"Selama kurang lebih 12 tahun melaksanakan program di Kabupaten Sintang, Wahana Visi Indonesia telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sintang, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada WVI. Program-program yang telah dijalankan sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Kartiyus.
Kartiyus menambahkan bahwa salah satu kontribusi penting WVI adalah mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kepemilikan identitas hukum bagi anak melalui penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) dan akta kelahiran. Adapun saat ini cakupan sanitasi di Kabupaten Sintang telah mencapai sekitar 70 persen, sedangkan masyarakat yang telah memperoleh akses air bersih mencapai sekitar 65 persen.
Eben Ezer Sembiring Program Direktur Wahana Visi Indonesia menyampaikan bahwa selama 12 tahun terakhir semua pihak tengah belajar bahwa ketika pemerintah, masyarakat, keluarga, dan anak-anak sendiri memiliki ruang untuk berpartisipasi, maka perubahan yang nyata dapat diwujudkan.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak atas kerjasama dan dukungan selama ini. Kami meyakini bahwa perubahan yang berkelanjutan hanya dapat teruji jika ada kolaborasi, ” ujar Eben.
Lebih lanjut, Ia menyebut ada 10 kelompok kebun gizi yang sudah terbentuk dan juga membantu memastikan ketahanan pangan bagi anak-anak balita di wilayah dampingan kita yang sudah berjalan. Ada tiga desa memiliki komite air. Ada 11 desa dampingan deklarasi ODF. Ada 14 peraturan desa perlindungan anak yang telah disahkan pada sembilan kelompok perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat. Ada 15 kelompok pendukung orang tua di sebelas desa dan ada tujuh forum anak di tingkat desa dan satu forum anak di tingkat kecamatan.
“Tentu masih ada tantangan yang harus dihadapi. Namun kami percaya bahwa pondasi yang telah dibangun selama perjalanan karya program kita akan terus menjadi modal berharga bagi pemerintah dan masyarakat untuk melanjutkan berbagai upaya pembangunan yang berpihak kepada kesejahteraan anak-anak," pungkasnya.
