![]() |
| Ilustrasi anak SD berangkat sekolah saat kabut asap. |
Batubertulisnews.com, Sekadau- Masi dilanda kabut asap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sekadau tetapkan pembelajaran tatap muka terbatas bagi sekolah tingkat SD se- Kabupaten Sekadau, Sabtu (12/9/2026).
Ketentuan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sekadau Fran Dawal melalui surat edaran dengan nomor 400.3.5/1 3 0 1/ Dikbud.02 tanggal 11 September 2026.
Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi terhadap efektivitas kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) yang dilaksanakan mulai tanggal 22 Agustus sampai dengan tanggal 12 September 2026 dan sesuai kesepakatan bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS).
"Serta dengan memperhatikan masih terjadinya penurunan kualitas udara yang diakibatkan oleh bencana kebakaran hutan dan lahan pada tujuh Kecamatan di Kabupaten Sekadau, " kata Fran Dawal.
Adapun pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka dilaksanakan secara terbatas bagi seluruh Sekolah Dasar di Kabupaten Sekadau pada Senin-Sabtu, 14-19 September 2026 dengan ketentuan, seluruh guru dan murid tetap masuk ke sekolah dan melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas sesuai dengan waktu dan durasi yang ditentukan dan
disepakati bersama oleh sekolah dengan para orang tua murid.
"Hasil kesepakatan dimaksud tertuang dalam Berita Acara dan dilaporkan kepada Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, " tambahnya.
Pembelajaran secara tatap muka difokuskan pada peningkatan literasi dan numerasi terutama pada mata pelajaran Matetamika. IPAS. Bahasa Indonesia dan Agama. Pelajaran PJOK dilapangan untuk sementara ditiadakan, diganti dengan dengan pelajaran teori di kelas.
Sekolah juga diminta untuk menyiapkan ruang kelas bebas asap seperti dengan cara
menutup pintu, jendela dan ventilasi udara serta menyiapkan kipas angin untuk sirkulasi udara. Para guru dan murid diminta untuk selalu menggunakan masker pada saat pembelajaran tatap muka.
Sementara itu, bila kabut asap masih pekat, sekolah di wilayah yang memiliki jaringan internet, pelaksanaan pembelajaran dapat dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan platform media sosial diantaranya seperti Whatsapp Group, Google Classroom, Google Form/Guizizz, atau Youtube.
Sedangkan untuk sekolah di wilayah yang tidak memilki jaringan internet, para murid dan atau orang tua mengambil tugas yang diberikan oleh guru secara langsung di sekolah.
Bagi aktivitas pembelajaran tatap muka secara penuh diperkirakan akan dilaksanakan kembali pada hari Senin, 21 September 2026 setelah mempertimbangkan kondisi kabut asap dan kualitas udara.
