![]() |
| Ilustrasi ISPA |
Batubertulisnews.com, Sekadau- Sepanjang minggu pertama hingga ke-33 tahun 2026 tercatat sudah ada 1.805 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (8/9/2026).
Berdasarkan data Dinkes Sekadau, kasus ISPA mengalami fluktuasi setiap pekan dengan puncak kasus terjadi pada minggu ke-5 dengan 78 kasus. Sedangkan jumlah terendah tercatat pada minggu ke-23 dengan 27 kasus. Data ini tersebar di 12 Puskesmas di Kabupaten Sekadau.
Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius mengatakan Puskesmas Sekadau mencatat jumlah kasus tertinggi sebanyak 487 atau sekitar 26,98 persen dari total kasus ISPA di Kabupaten Sekadau. Sedangkan jumlah kasus terendah tercatat di Puskesmas Sungai Ayak, yakni sebanyak 10 kasus atau 0,55 persen.
Setelah Puskesmas Sekadau, posisi terbanyak kedua tercatat di Puskesmas SP3 Trans dengan 266 kasus atau 14,74 persen. Kemudian Puskesmas Nanga Taman mencatat 150 kasus, Simpang Empat Kayu Lapis 149 kasus, Selalong 142 kasus dan Rawak sebanyak 140 kasus.
Sementara Puskesmas Sebetung mencatat 130 kasus, Nanga Mahap 119 kasus, Nanga Belitang 102 kasus, Tapang Perodah 69 kasus dan Balai Sepuak sebanyak 41 kasus.
“Data ini menjadi salah satu perhatian kami, terutama ketika kondisi kualitas udara kurang baik. Masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan,” ujar Henry.
Henry mengimbau masyarakat tidak mengabaikan kondisi kesehatan, khususnya apabila mulai mengalami keluhan yang berkaitan dengan saluran pernapasan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada atau kondisi kesehatan semakin terganggu.
"Segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan,” imbuhnya.
Diketahui Kabupaten Sekadau menjadi Kabupaten yang juga terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di pulau Kalimantan sejak beberapa bulan terakhir. Kualitas udara yang memburuk membuat keluhan kesehatan meningkat.

