-->
  • Jelajahi

    Copyright © BATU BERTULIS NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kobarkan Semangat Persatuan di Tayan Hilir, Adrianus Asia Sidot Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Desa Subah

    Bertulis Network
    Friday, 20 February 2026, February 20, 2026 WIB

     

    Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Golkar, Adrianus Asia Sidot, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Selasa (10/2/2026).

    Batubertulisnews.com, Sanggau– Komitmen memperkuat nilai-nilai kebangsaan hingga ke pelosok desa kembali ditegaskan Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Golkar, Adrianus Asia Sidot, melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Aula Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, pada Selasa (10/2/2026).


    Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan kepala sekolah tingkat SD hingga SMA, tokoh masyarakat, kelompok tani, tokoh pemuda, hingga tokoh perempuan. Turut hadir Kepala Desa Subah, Yulianus Atin, SH., Ketua dan anggota BPD Subah, serta seluruh perangkat Desa Subah. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan semangat kebersamaan dan persatuan dalam memperkokoh fondasi bangsa dari tingkat desa.


    Dalam sambutannya, Kepala Desa Subah, Yulianus Atin, SH., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Subah sebagai lokasi sosialisasi Empat Pilar. Ia menegaskan bahwa pemahaman kebangsaan sangat penting tidak hanya bagi pelajar, tetapi juga bagi seluruh lapisan masyarakat.


    “Kegiatan ini menjadi penguat bagi kami di desa untuk terus menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong sebagai bagian dari nilai luhur bangsa Indonesia,” ujarnya.


    Dalam pemaparannya yang penuh semangat dan inspiratif, Adrianus Asia Sidot menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — adalah fondasi utama yang menjaga Indonesia tetap kokoh berdiri di tengah keberagaman.



    Ia menekankan bahwa tantangan bangsa saat ini bukan hanya persoalan ekonomi dan pembangunan, tetapi juga tantangan ideologi, perpecahan, serta derasnya arus informasi di era digital yang dapat menggerus nilai persatuan apabila tidak disikapi dengan bijak.


    “Empat Pilar ini bukan sekadar slogan. Ini adalah pedoman hidup berbangsa. Dari desa seperti Subah inilah kekuatan Indonesia dibangun. Jika desa kuat, masyarakatnya bersatu, maka NKRI akan tetap kokoh,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta.


    Ia juga mengajak para kepala sekolah untuk terus menanamkan pendidikan karakter dan nasionalisme kepada generasi muda, serta mendorong tokoh masyarakat dan pemuda untuk menjadi teladan dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.


    Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta diberikan kesempatan berdialog langsung, menyampaikan pandangan terkait kondisi sosial masyarakat, peran generasi muda, hingga pentingnya menjaga persatuan dalam perbedaan. Diskusi yang hangat menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat Desa Subah terhadap masa depan bangsa.


    Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebangsaan semakin mengakar kuat di tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Sanggau. Sosialisasi Empat Pilar bukan hanya menjadi agenda formal, melainkan gerakan bersama untuk merawat persatuan, memperkuat solidaritas, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari tingkat desa hingga nasional.


    Dengan semangat gotong royong dan persatuan, masyarakat Desa Subah membuktikan bahwa nasionalisme bukan hanya milik kota besar, tetapi tumbuh dan hidup kuat di jantung-jantung desa Indonesia.

    Komentar

    Tampilkan