![]() |
| Adrianus Asia Sidot, saat menghadiri Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula SMA Santo Benediktus (STB) Pahauman. |
Batubertulisnews.com, Landak– Semangat nasionalisme berkobar di Aula SMA Santo Benediktus (STB) Pahauman saat Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Golkar, Adrianus Asia Sidot, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 200 peserta terdiri dari siswa dan dewan guru ini berlangsung penuh antusiasme, semangat kebangsaan, serta komitmen untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, pada Selasa (10/2/2026).
Kehadiran wakil rakyat di tengah generasi muda tersebut menjadi momentum penting dalam menanamkan kembali nilai-nilai luhur bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan era digital. Para siswa tampak memenuhi aula sekolah dengan wajah penuh semangat, menyambut kesempatan berharga untuk berdialog langsung mengenai masa depan bangsa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah SMA STB, Herlina Kalista, yang menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terselenggaranya sosialisasi tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan jiwa nasionalisme.
“Ini merupakan kesempatan berharga bagi anak-anak kami untuk mendapatkan pemahaman langsung tentang nilai-nilai kebangsaan dari anggota DPR/MPR RI. Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat karakter dan rasa cinta tanah air para siswa,” ujar Herlina dengan penuh harap.
Dalam pemaparannya yang inspiratif dan membakar semangat, Adrianus Asia Sidot menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — merupakan fondasi kokoh yang menjaga Indonesia tetap berdiri tegak di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Ia mengajak para siswa untuk tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar menghayati dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak muda adalah garda terdepan bangsa. Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Empat Pilar ini bukan sekadar materi pelajaran, melainkan kompas moral dalam bersikap, bertindak, dan berkontribusi bagi Indonesia. Di tangan kalianlah persatuan dan masa depan bangsa ini ditentukan,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah peserta.
Ia juga menekankan bahwa tantangan generasi muda saat ini bukan hanya persoalan akademik, tetapi juga tantangan ideologi, disinformasi, dan perpecahan yang kerap muncul di ruang digital. Karena itu, ia mengajak para pelajar untuk menjadi generasi yang cerdas, kritis, namun tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dan dinamis. Para siswa dengan penuh keberanian mengajukan pertanyaan seputar toleransi, peran pemuda dalam menjaga persatuan, hingga bagaimana menghadapi pengaruh negatif media sosial. Diskusi hangat tersebut mencerminkan tingginya kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap masa depan bangsa.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan peneguhan komitmen untuk terus menanamkan serta mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas. Semangat kebersamaan dan cinta tanah air terasa begitu kuat menyelimuti seluruh rangkaian acara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan api nasionalisme terus menyala dalam jiwa generasi muda Landak. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga persatuan, menghormati keberagaman, dan berdiri teguh di atas nilai-nilai luhur yang menjadi jati dirinya. Dengan semangat Empat Pilar, generasi muda diharapkan siap menjadi penjaga keutuhan NKRI dan pelanjut cita-cita para pendiri bangsa
