![]() |
| Anggota DPR RI, Adrianus Asia Sidot, menggelar kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Aula Gua Maria Bukit Kelam, Kabupaten Sintang. |
Batubertulisnews.com, Sintang- Anggota DPR RI, Adrianus Asia Sidot, menggelar kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di hadapan mahasiswa Katolik yang tergabung dalam organisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Region Kalimantan Barat. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gua Maria Bukit Kelam, Kabupaten Sintang, dan disambut dengan antusias oleh para peserta. Pada Selasa, 17 Maret 2026.
Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kebangsaan, para mahasiswa tampak aktif mengikuti jalannya kegiatan. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai fundamental bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Ketua PMKRI Komda Kalbar, Endro Ronianus, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan sangat penting untuk terus dilakukan di kalangan mahasiswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Adrianus Asia Sidot atas kesediaannya hadir dan memberikan pemahaman kepada kami. Kegiatan ini sangat kami dukung sebagai penguat dan pengingat jati diri bangsa, khususnya bagi generasi muda,” ujar Endro.
Sementara itu, Adrianus Asia Sidot dalam pemaparannya menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan penjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan zaman.
“Empat pilar kebangsaan bukan sekadar konsep, tetapi harus menjadi pedoman hidup yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” tegasnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan dan berdialog langsung.
Dendi Saputra salah satu peserta menanyakan Bagaimana cara konkret mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan di tengah pengaruh budaya asing yang semakin kuat?
dalam jawabannya Adrianus menjelaskan bahwa mahasiswa dapat memulainya dari hal sederhana, seperti menjaga toleransi, menghargai perbedaan, serta aktif dalam kegiatan sosial yang memperkuat persatuan. Selain itu, mahasiswa juga harus selektif dalam menyaring pengaruh budaya asing tanpa kehilangan identitas bangsa.
lebih lanjut Andreas yang juga merupakan peserta menanyakan “Bagaimana peran organisasi mahasiswa seperti PMKRI dalam menjaga keutuhan bangsa di era digital saat ini?”
Adrianus menegaskan bahwa organisasi mahasiswa memiliki peran penting sebagai wadah edukasi dan pembentukan karakter. Di era digital, PMKRI diharapkan aktif menyebarkan narasi positif, menangkal hoaks, serta menjadi contoh dalam menjaga etika dan persatuan di ruang digital.
Sebagai penutup, Adrianus Asia Sidot menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di tengah generasi muda.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar warisan, tetapi fondasi masa depan bangsa. Di tangan kalian, para mahasiswa, arah Indonesia ditentukan. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam karakter dan cinta tanah air. Rawat keberagaman, jaga persatuan, dan jangan pernah lelah menjadi Indonesia,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk terus menjadi agen perubahan yang membawa semangat kebangsaan ke setiap ruang kehidupan, baik di dunia nyata maupun digital.
