![]() |
| Bupati Sintang saat mengecek kesiapan TPA Nenak yang akan mengolah sampah dengan sistem sanitary landfill. |
Batubertulisnews.com, Sintang- Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Siti Musrikah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Hendrikus dan OPD teknis lainnya melakukan peninjauan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nenak Jalan Sintang-Pontianak KM 7 pada Selasa, 28 Juli 2026.
Kunjungan tersebut untuk memastikan kesiapan TPA Nenak untuk menghentikan sistem open dumping dan beralih ke controlled landfill menuju Sanitary Landfill mulai 1 Agustus 2026. Hal ini sesuai dengan arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia agar kabupaten kota yang masih mengelola sampah di TPA dengan sistem open dumping ke Sanitary Landfill mulai 1 Agustus 2026.
Diketahui lahan TPA Nenak memiliki luas 5,5 hektare. Lahan aktif tersisa sekitar 3,4 hektare yang potensial untuk dioptimalkan pengelolaannya dan sudah terpakai 2,1 hektar. Sanitary landfill adalah metode pengelolaan dan pemusnahan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan cara membuang, menumpuk, memadatkan sampah di area cekung, lalu menutupinya dengan lapisan tanah secara rutin.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala dalam kesempatan itu menegaskan agar OPD teknis mengikuti aturan teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Ia juga memastikan komitmen Pemkab Sintang untuk melakukan pembenahan secara bertahap agar pengelolaan sampah di Kabupaten Sintang semakin baik dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Siti Musrikah menjelaskan bahwa pihaknya telah mempercepat pekerjaan penataan TPA Nenak. Nantinya pada tahap awal difokuskan pada penataan area open dumping yang lama sebelum dilanjutkan dengan pembangunan area sanitary landfill di bagian belakang.
"Kalau keseluruhan area tentu tidak mungkin selesai pada 31 Juli 2026. Namun kami sudah menunjukkan komitmen dengan mulai menggeser dan merapikan timbunan sampah, mengerjakan akses jalan masuk, menyiapkan sumur, serta sarana pendukung lainnya,” jelas Siti Musrikah. (ist)
