![]() |
| Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala saat meninjau sarana dan prasarana dalam Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di Lapangan Kodim 1205 Sintang, Rabu (12/8/2026). |
Batubertulisnews.com, Sintang- Tercatat sebanyak 186 hotspot per 7 Agustus 2026 di Kabupaten Sintang. Bupati tegaskan larangan pembakaran hutan dan lahan, khususnya dalam rangka membuka areal perkebunan selama musim kemarau.
Hal ini disampaikan Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala saat memimpin Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), sekaligus gelar pasukan serta sarana dan prasarana, di Lapangan Kodim 1205 Sintang, Rabu (12/8/2026).
Larangan pembakaran hutan dan lahan ini menjadi langkah penting untuk mencegah meluasnya kejadian Karhutla yang berpotensi menimbulkan bencana kabut asap serta mengganggu kehidupan dan aktivitas masyarakat.
“Berdasarkan perkiraan cuaca dari BMKG, musim kemarau masih akan berlangsung hingga September 2026, bahkan terdapat potensi cuaca panas ekstrem. Kondisi ini menjadi pemicu meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan,” terang Bala.
Menurutnya, musim kemarau tidak hanya meningkatkan ancaman Karhutla, tetapi juga berdampak terhadap ketersediaan sumber air. Kekeringan dapat menyebabkan debit sungai dan danau menurun sehingga berpotensi menimbulkan krisis air bersih bagi masyarakat.
“Untuk Kabupaten Sintang, titik panas cukup banyak. Tercatat sebanyak 186 hotspot per 7 Agustus 2026. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir kebakaran hutan dan lahan terjadi di berbagai tempat. Penyebab utamanya adalah kelalaian maupun kesengajaan manusia,” tambahnya.
Gregorius Herkulanus Bala juga menyoroti sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam proses pemadaman Karhutla, terutama keterbatasan sumber air dan sulitnya akses menuju lokasi kebakaran.
Sementara itu, kualitas udara yang dianalisis berdasarkan pantauan alat Kualitas Udara PM 2.5 pada tanggal 11 Agustus 2026 puku 08.00 WIB hingga 12 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB berada pada kategori SEDANG - SANGAT TIDAK SEHAT. Konsentrasi PM 2.5 tertinggi sebesar 172,9 yg/m? terjadi pada tanggal 12 Agustus 2026 pukul 04.00 WIB berada dalam kategori SANGAT TIDAK SEHAT.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
