-->
  • Jelajahi

    Copyright © BATU BERTULIS NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ikuti Rakor Penanggulangan dan Penanganan Puncak Karhutla 2026, Aron: Hotspot Masih Terkendali

    Bertulis Network
    Tuesday, 8 September 2026, September 08, 2026 WIB
    Pemkab Sekadau Ikuti Rakor Penanggulangan dan Penanganan Puncak Karhutla 2026.

    Batubertulisnews.com, Sekadau- Pemerintah Kabupaten Sekadau mengikuti Video Conference Terkait Rakor antara Pemerintah dengan Perusahaan Pemegang Hak Guna Usaha dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan dalam Penanggulangan dan Penanganan Puncak Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 di Ruang Rapat Bupati Sekadau, Senin (7/9/2026). 


    Perhatian dalam rakor ini kepada sembilan provinsi utama yaitu Jambi, Riau, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.



    Fokus pembahasan yakni penguatan pencegahan dini, kesiapsiagaan sumber daya, sarana prasarana, serta pengawasan ketat di wilayah kerja masing-masing perusahaan. Pemerintah juga menegaskan sanksi tegas serta proses hukum pidana maupun perdata bagi korporasi atau pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara sengaja maupun lalai. 


    Bupati Sekadau Aron, mengatakan kondisi Karhutla di wilayah Kabupaten Sekadau hingga saat ini masih dapat dikendalikan karena jumlah titik panas atau hotspot masih tergolong rendah. Setiap kemunculan hotspot juga segera ditangani melalui koordinasi lintas sektor.


    "Kabupaten Sekadau perlu saya sampaikan bahwa sampai dengan detik ini kondisi kebakaran hutan dan lahan masih bisa kita kendalikan. Hotspotnya itu muncul saat malam, tapi semuanya bisa dikendalikan berkat kerja sama semua pihak," kata Aron. 


    Rakor ini dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta dihadiri berbagai pimpinan kementerian, lembaga, TNI-Polri, dan pemerintah daerah. Dengan mengundang ratusan perusahaan swasta pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), terutama di wilayah rawan seperti Kalimantan dan Sumatera. 

    Komentar

    Tampilkan