-->
  • Jelajahi

    Copyright © BATU BERTULIS NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Dari Sekadau ke Panggung Nasional, Lenora Fidelia Tuah Mualangnez Bawa Advokasi Rona Wastra ke Putri Anak Indonesia 2026

    Bertulis Network
    Monday, 26 October 2026, October 26, 2026 WIB

     

    Lenora Fidelia Tuah Mualangnez, penyandang gelar Putri Anak Kalimantan Barat 2, siap mewakili Provinsi Kalimantan Barat dalam ajang Pemilihan Putri Anak Indonesia 2026.

    Batubertulisnews.com, Sekadau — Membawa semangat generasi muda dalam melestarikan budaya Indonesia, Lenora Fidelia Tuah Mualangnez, penyandang gelar Putri Anak Kalimantan Barat 2, siap mewakili Provinsi Kalimantan Barat dalam ajang Pemilihan Putri Anak Indonesia 2026.


    Lenora berasal dari Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, dan merupakan siswi SMP Katolik Santo Gabriel Sekadau. Keikutsertaannya dalam ajang nasional ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah, identitas budaya, serta kekayaan tradisi Kalimantan Barat kepada masyarakat yang lebih luas.


    Dalam perjalanannya menuju Putri Anak Indonesia 2026, Lenora membawa advokasi bertajuk “Rona Wastra”, sebuah gerakan yang berfokus pada pengenalan, kecintaan, dan pelestarian wastra atau kain tradisional Indonesia, khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda.


    Melalui Rona Wastra, Lenora ingin mengajak generasi muda untuk lebih mengenal kekayaan kain tradisional Nusantara, memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya, serta menumbuhkan rasa bangga dalam menggunakan dan memperkenalkan wastra daerah.


    Salah satu kekayaan budaya yang ingin diperkenalkan Lenora adalah Tenun Kebat Batu Petara, wastra khas Kabupaten Sekadau yang menjadi bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat setempat. Melalui advokasi ini, ia berharap wastra tidak hanya dikenal sebagai kain tradisional, tetapi juga sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, makna, dan identitas bagi generasi penerus.


    Bagi Lenora, pelestarian budaya dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengenal motif kain tradisional, mempelajari cerita di baliknya, menggunakan wastra dalam berbagai kesempatan, serta memperkenalkannya kepada teman-teman sebaya.


    Dukungan Keluarga, Sekolah, dan Pemerintah Kabupaten Sekadau


    Perjalanan Lenora menuju panggung nasional tidak terlepas dari dukungan dan doa kedua orang tuanya serta seluruh keluarga. Dukungan tersebut menjadi sumber semangat bagi Lenora untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai Putri Anak Kalimantan Barat 2.


    Dukungan juga datang dari SMP Katolik Santo Gabriel Sekadau, tempat Lenora menempuh pendidikan. Kepala sekolah beserta dewan guru memberikan dukungan dan semangat bagi Lenora dalam mengikuti ajang Putri Anak Indonesia 2026. Dukungan dari lingkungan sekolah menjadi bagian berharga dalam perjalanan Lenora, sekaligus mencerminkan pentingnya peran pendidikan dalam mendukung potensi, kreativitas, dan prestasi peserta didik.



    Selain itu, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sekadau turut menjadi bagian penting dalam perjalanan Lenora membawa nama daerah ke tingkat nasional. Rupina Yani, Kabid Bidang Ekonomi Kreatif, Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata mengatakan dukungan dari Pemkab Sekadau juga diberikan baik dari dukungan dana, pendampingan serta Koordinasi dan Pemantauan selama Lenora mengikuti kompetisi. 


    Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat memberikan motivasi bagi generasi muda Sekadau untuk terus berprestasi, berkarya, dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah.


    Bagi Lenora, kesempatan ini bukan sekadar mengikuti sebuah ajang, melainkan juga membawa amanah untuk memperkenalkan Kabupaten Sekadau dan Kalimantan Barat melalui potensi anak-anak daerah serta kekayaan budaya yang dimiliki.


    Dengan membawa advokasi Rona Wastra, Lenora ingin menunjukkan bahwa generasi muda dapat mengambil peran nyata dalam menjaga warisan leluhur. Ia berharap semakin banyak anak Indonesia yang mengenal, mencintai, dan bangga terhadap wastra sebagai bagian dari identitas bangsa.


    Perjalanan dari Kabupaten Sekadau menuju panggung Putri Anak Indonesia 2026 menjadi langkah berharga bagi Lenora untuk belajar, menginspirasi, dan menyuarakan kecintaan terhadap budaya Indonesia.


    Dengan doa kedua orang tua, dukungan seluruh keluarga, sekolah tercinta SMP Katolik Santo Gabriel Sekadau, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Sekadau, Lenora Fidelia Tuah Mualangnez melangkah membawa harapan dan kebanggaan daerah untuk memperkenalkan semangat pelestarian budaya kepada generasi muda Indonesia.


    “Warisan Terjaga, Budaya Bermakna”


    Melalui Rona Wastra, Lenora ingin menyampaikan pesan bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus terus dijaga, dicintai, dan diteruskan kepada generasi mendatang. Dari Sekadau untuk Kalimantan Barat, menuju panggung Indonesia dengan mimpi, budaya, dan inspirasi.

    Komentar

    Tampilkan